NDT Penetrant Test (PT)
Penetrant Test (PT) adalah metode pengujian non-destruktif (NDT) yang digunakan untuk mendeteksi kerusakan atau cacat pada permukaan material/ hasil pengelasan. material yang dapat diuji dengan Penetrant test antara lain material Logam, Plastic, dan Ceramic.
Metode NDT Penetrant Test (PT)
- Pembersihan awal saat material akan dilakukan pengujian
Kondisi permukaan benda uji harus diperhatikan, permukaan harus bersih dari segala macam kotoran yang dapat mengganggu proses pengujian seperti oli/grease, karat, debu dan jenis kotoran lainnya dan pastikan kering benda uji sebelum pengujian dilakukan. Pembersihan area yang akan dilakukan Penetrant Test biasanya menggunakan cairan Cleaner/ Remover yang disemprotkan ke area yang akan diuji, kemudian dilap menggunakan kain lap/ majun sampai bersih. - Aplikasi Penetrant (Penetrant Application)
Mengaplikasikan cairan penetrant pada permukaan material yang akan diuji dilakukan dengan cara spray atau memakai kuas. Pastikan penetrant menutupi seluruh permukaan material yang akan diuji. Setelah aplikasi penetrant selesai, selanjutnya area yang sudah diaplikasikan penetrant didiamkan dahulu selama 5-10 menit supaya cairan penetrant meresap ke permukaan material yang diuji. - Pembersihan Penetrant
Setelah penetrant didiamkan selama 5-10 menit, selanjutnya area yang sudah diaplikasikan penetrant tersebut dibersihkan dengan menggunakan lap/ majun yang kering sampai bersih, kemudian dilakukan pembersihan kembali menggunakan lap yang telah dismprot cleaner/remover (di tahap ini cleaner/remover tidak boleh disemprotkan langsung ke benda uji karena dapat menghilangkan penetrant yang telah masuk ke permukaan cacat), terahir permukaan benda uji kembali dengan lap atau majun yang kering. - Aplikasi Developer (Developer Application)
Setelah material yang diuji sudah melalui tahap-tahap sebelumnya di atas, maka tahap selanjutnya adalah pengaplikasian developer. Sebelum pengaplikasian developer, kaleng developer harus dikocok terlebih dahulu, hal ini bertujuan supaya terjadi pencampuran yang sempurna dari developer yang akan dilakukan untuk pengujian tersebut. Kemudian, developer harus disemprotkan sampai terbentuk lapisan tipis yang rata. Jarak penyemprotan developer ke benda kerja ini minimal antara 15-20 cm, kemudian didiamkan selama 10 menit. - Interpretasi Hasil
Menginterpretasikan hasil pengujian dilakukan untuk menentukan adanya kerusakan atau cacat pada material. dan menentukan lokasi, ukuran, dan jenis kerusakan jika ditemukan adanya cacat, untuk selanjutnya ditentukan cacat yang ditemukan masih dalam toleransi yang diizinkan atau tidak. Pada Pengujian dengan Penetrant Test, indikasi cacat dapat dilihat dengan warna merah yang muncul di permukaan benda uji setelah dilakukan aplikasi Developer. Setelah interpretasi hasil dilakukan, permukaan benda uji di foto untuk kelengkapan laporan hasil pengetesan.
Sertifikasi Personnel NDT Magnetic Test (MT)
Personnel yang dapat melakukan NDT Penetrant Test sekaligus dapat membuat laporannya, adalah personnel dengan sertifikat NDT Penetrant Test Level 2. Sertifikasi terkait Penetrant Test biasanya dikeluarkan berdasarkan standarisasi sbb:
- ASNT (American Society for Nondestructive Testing)
- PCN (Personnel Certification in Nondestructive Testing))
- ISO 9712
Peraturan Dan Referensi Teknis
- ASTM E 165, Test Method for Liquid Penetrant Examination.
- Structural Welding Code Steel, AWS D 1.1.
- ASME Code 2007 Sect. I, V, VIII Div. 1, Div. 2 and ASME B31.1